“Sesungguhnya seorang hamba apabila melaknat sesuatu, niscaya laknatnya akan naik ke langit, maka tertutuplah pintu-pintu langit hingga ia tak dapat masuk, maka kembalilah ia terhujam ke bumi, akan tetapi pintu-pintu bumipun tertutup untuknya, maka ia berputar-putar ke kanan dan kiri, dan jika tak menemui jalan keluar (menuju sasarannya), maka ia akan tertuju pada orang yang dilaknat jika memang ia pantas untuk dilaknat, akan tetapi jika tidak pantas, maka ia akan kembali kepada orang yang mengucapkan laknat tadi”(HR Abu Daud).
Selasa, 30 Juni 2015
Jangan Suka Melaknat
Tipu Daya Setan Lemah
Zaman ini ketika hawa nafsu dominan menguasai manusia, yakni sistem thagut... Dan banyak setan bertopeng kebaikan, misalnya, apa yang disebut baik; punya uang, kekuasaan dsb yang bisa memperturuti hawa nafsu kita yang terlihat baik, misal bekerja untuk memberikan nafkah orang tua (padahal sedang ditipu daya oleh setan apabila pekerjaan itu didapatkan dengan cara batil/ fitnah zaman)... Kebaikan adalah yang datang dari ALLAH SWT yang Maha Baik, Yang Maha Menciptakan, yang menurunkan syariat Muhammad saw yang menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat... Wallahu'alam
Terpukau
Terpukaulah dengan ajaran Rasulullah Muhammad saw, dengan akhlakul karimahnya, yang membawa keselamatan dunia dan akhirat, bukan yang lain yang terlihat baik, padahal belum tentu... Wallahu'alam
Umat Muhammad
Umat kekasih ALLAH SWT, umat yang dikasihi Rasulnya, umat yang mendapatkan syafaatul uzhma, umat yang mendapatkan kewajiban solat melalui nabinya di Sidratul Muntaha, umat yang berkiblat di Arasy ALLAH SWT di bumi... Wallahu'alam
(QS. At-Tiin 95 : 1-8)
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit
Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan
manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke
tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan
mengerjakan amal shaleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya
keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”
Langganan:
Postingan (Atom)